Sekretaris Komisi II DPRD Bekasi di NUMOFEST 2026: Perkuat Karakter Nusantara dalam Desain Lokal
- userhumas --
- 30 January 2026
Bekasi, 30 Januari 2026 – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., secara resmi membuka gelaran Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFEST) 2026. Acara yang memadukan kreativitas dan budaya ini diselenggarakan di Main Atrium Summarecon Mall Bekasi pada Jumat siang (30/01/2026). Kehadiran Hj. Evi Mafriningsianti dalam Opening Ceremony dan Fashion Show ini menjadi bentuk dukungan nyata legislatif terhadap pertumbuhan industri kreatif dan modest fashion di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Hj. Evi Mafriningsianti secara simbolis membuka acara dengan penuh rasa syukur. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFEST) 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," ucapnya disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.
Beliau juga memberikan apresiasi khusus kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi sebagai inisiator acara. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku kreatif adalah kunci utama penggerak ekonomi daerah. "Atas nama Ketua DPRD dan sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dekranasda Kota Bekasi atas terselenggaranya NUMOFEST 2026. Ini adalah wadah luar biasa bagi potensi lokal kita," tambah Hj. Evi.
Menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis, Hj. Evi menitipkan pesan mendalam kepada para pelaku UMKM dan desainer yang berpartisipasi dalam festival ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga identitas di tengah arus tren global. "Teruslah berinovasi, jaga kualitas, dan perkuat karakter produk Nusantara. Di tengah persaingan global, keunikan, nilai budaya, dan konsistensi kualitas adalah kunci untuk bertahan dan berkembang," tegasnya.
NUMOFEST 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran busana musiman, tetapi juga menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Bekasi dan diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih mandiri, di mana produk-produk lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki daya saing untuk menembus pasar internasional. (bbt)




