Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset Vital PDAM Poncol dan Optimalkan Potensi PAD di PT Migas (Perseroda)
- userhumas --
- 22 January 2026
Bekasi, 22 Januari 2026 – Komisi III DPRD Kota Bekasi melakukan kunjungan kerja lapangan dalam rangka pengawasan realisasi pembangunan sarana air baku dan evaluasi Dana Bagi Hasil (DBH) pada Kamis, (22/01/2026). Kegiatan ini menyasar dua titik utama, yakni lokasi aset PDAM di wilayah Poncol serta kantor PT Migas (Perseroda) Kota Bekasi.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, H. Arif Rahman Hakim, S.H., didampingi jajaran Pimpinan dan Anggota komisi lainnya, yaitu:
1. A. Syafe'i, S.Ap, Sekretaris komisi III;
2. Ir. Hj. Chairun Nisa, M.M.;
3. Arwis Sembiring Meliala, S.H.;
4. Dr. H. Abdul Muin Hafied, S.E., M.Pd.;
5. Aminah, M.Pd.;
6. H. Bambang Purwanto, S.Pd.I.
Kunjungan diawali di Taman Suplesi, Jl. Kemakmuran, untuk meninjau lokasi PDAM di Poncol yang menjadi objek serah terima aset dari PDAM Bhagasasi ke PDAM Tirta Patriot. Komisi III menekankan pentingnya kesesuaian data fisik dengan dokumen yang ada. "Kunjungan kami ke Poncol untuk melihat kondisi aset yang akan diserahkan nanti. Harusnya maksimal Juni atau Juli sudah diserahkan, dan kami mendorong Pemerintah Kota Bekasi agar mempercepat proses akuisisi ini," ujar H. Arif Rahman Hakim.
Beliau juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian data. "Ada informasi mengenai perubahan atau perselisihan data aset. Hal ini akan kami pertanyakan langsung kepada BPKAD dan PDAM Tirta Patriot," tegasnya. Selain itu, di tengah cuaca ekstrem, Komisi III meminta PDAM tetap menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat.
Lokasi kedua bertempat di Ruko Ruby Commercial Summarecon Bekasi, di mana dewan bertemu dengan manajemen PT Migas (Perseroda). Fokus utama adalah mengenai kelanjutan pengelolaan sumur migas pasca-berakhirnya kontrak dengan mitra sebelumnya (Foster). H. Arif Rahman Hakim memberikan apresiasi atas kinerja PT Migas yang dinilai sangat baik.
"Migas sudah menjadi BUMD yang bagus karena mampu memberikan kontribusi PAD yang besar tanpa perlu penyertaan modal," jelasnya. berharap PT Migas dapat terus mengelola sumur secara mandiri guna memaksimalkan pendapatan daerah bagi Kota Bekasi. (bbt)




