GMBI Distrik Kota Bekasi gelar Unjuk Rasa Tolak RUU Haluan Idiologi Pancasila

GMBI Distrik Kota Bekasi gelar Unjuk Rasa Tolak RUU Haluan Idiologi Pancasila
GMBI Distrik Kota Bekasi gelar Unjuk Rasa Tolak RUU Haluan Idiologi Pancasila

Ratusan masa dari Gerakan Masyarakat Indonesia Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Bekasi menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Bekasi pada Kamis 25 Juni 2020.

 

Dalam orasinya ketua GMBI Abah Zakaria menyampaikan dengan tegas sikap LSM GMBI distrik Bekasi menolak RUU HIP, Hentikan Proses Legislasi RUU HIP dan Cabut dari Prolegnas RUU HIP. Pancasila sebagai falsafah berbangsa dan bernegara demi terjaganya keutuhan NKRI, komitmen setia bela pancasila sebagai wujud memperkokoh rasa persaudaraan serta sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa dalam berfikir berprilaku serta berkomitmen setia bela pancasila sebagai langkah memepratahankan Negara, NKRI adalah harga mati.

 

“dalam RUU HIP terdapat pasal-pasal yang bertentangan dengan pancasila sebagai ideologi bangsa, bahwa ada upaya dalam RUU HIP untuk memeras pancasila menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila yakni, Gotong Royong hal ini ada upaya untuk mengaburkan dan melemahkan sila pertama,” Tegasnya.

  

 

Unjuk rasa di sambut oleh ketua DPRD Kota Bekasi H. Chairoman J. Putro., M.Eng., M.Si dan diterima di ruang komisi bersama perwakilan dari masa. Chairoman mendukung gerakan yang dilakukan oleh GMBI sebagai masyarakat yang ingin mempertahankan Idiologi Pancasila yang sebelumnya ada  masyarakat yang audiensi dari kelompok yang berbeda dengan menyeruakan hal yang sama.

 

“Kita menolak pendakalan makna dari pancasila apapun konteksnya, karena yang telah disepakati sebagai kesepakatan bersama bangsa ini ada rumusan pancasila tanggal 18 agustus ketika kemerdekaan itu sudah dideklarasikan.  Kita menolak intreprasi sepihak pancasila yang pada akhirnya menyebabkan ancaman dari bangsanya, tidak ada satu pihak pun yang mengintrepresi pancasila, mendukung pemaknaan pancasila secara konsisten dan penerapannya, bukan dalam bentuk undang-undang dan meriview kebijakan pemerintah sekarang yang tidak sesuai dengan pancasila.,” tegasnya.

 

Abah Zakari Ketua GMBI Distrik Kota Bekasi sangat kecewa dengan anggota Fraksi yang tidak hadir perwakilannya “menyangkut tentang masa depan bangsa yang hari ini adanya RUU HIP dan kami menyampaikan aspirasi ini kepada DPRD Kota Bekasi sebagai representative dari masyarakat dan kami sangat sedih melihat yang hadir perwakilan dari fraksi hanya ada 4 Fraksi dari 6 Fraksi, meluangkan waktu hanya beberapa menit saja,” tegasnya.

 

Fraksi-farksi yang turut serta hadir ialah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera diwakili oleh Sardi Efendi,S.Pd., MM, Fraksi Gerindra diwakili oleh Ibnu Hajar Tanjung, Fraksi Demokrat diwakili Abdul Rozak dan Sodikin, SH dan Fraksi PAN diwakili oleh Hj. Evi Mafriningsianti, SE., MM, ke 4 fraksi tersebut sepakat dihentikannya Proses RUU HIP dan akan mengirimkan surat kepada Presiden RI, DPR RI dan Badan Legislasi DPR RI selambat-lambatnya hari selasa 30 Juni 2020. (Ndeu)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *




0 Komentar




Visi Misi DPRD

Berita Terbaru

Twitter

Perkiraan Cuaca